Bayangkan betapa rumitnya mengelola inventaris, merencanakan produksi, dan memastikan bahan baku selalu tersedia tanpa keterlambatan. Kesalahan perhitungan atau penjadwalan yang tidak efisien bisa menyebabkan produksi terhambat dan biaya membengkak.
Lalu, adakah solusi yang dapat mengatasi tantangan ini? Tentu saja ada! MRP (Material Requirements Planning) software hadir untuk membantu bisnis mengoptimalkan perencanaan material dan produksi secara otomatis.
Memilih software MRP yang tidak tepat dapat menyebabkan perencanaan produksi kacau, stok berlebihan atau kekurangan, serta pemborosan biaya operasional. Tanpa sistem yang sesuai, bisnis manufaktur bisa mengalami keterlambatan produksi dan kehilangan efisiensi.
Dalam artikel ini, kami akan membahas 10 rekomendasi MRP software terbaik tahun yang dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengoptimalkan perencanaan material bisnis Anda.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
Pilih daftar isi
Pengertian Software MRP
MRP software adalah sistem teknologi untuk merencanakan dan mengendalikan material dalam proses manufaktur, dengan menganalisis data historis, tren pasar, dan variabel produksi untuk perencanaan yang efisien.
MRP (Material Requirements Planning) berfungsi untuk menghitung kebutuhan material, mengatur jadwal produksi, dan memastikan ketersediaan bahan baku yang diperlukan. Oleh karena itu, perusahaan dapat mengurangi pemborosan dan meningkatkan efisiensi dalam proses produksi.
Melalui Material Requirement Planning software, bisnis dapat mengurangi biaya produksi, meminimalkan kelebihan stok, dan meningkatkan efisiensi operasional. Sistem ini juga terintegrasi dengan modul pembelian, penjualan, dan keuangan, sehingga memudahkan pengelolaan proses bisnis.
MRP system juga memiliki analitik canggih dan otomatisasi akan meningkatkan efisiensi operasional, memungkinkan produsen menghasilkan barang berkualitas tinggi secara lebih efektif.
Manfaat Penerapan MRP yang Wajib Diketahui Pebisnis
Sistem material requirement planning memiliki peran penting dalam memberikan berbagai keuntungan bagi perusahaan manufaktur. Implementasinya dapat membantu mengoptimalkan proses produksi dengan biaya yang terkendali serta efisiensi yang tinggi. Berikut beberapa manfaat utamanya:
1. Meningkatkan efisiensi produksi
MRP memastikan ketersediaan bahan baku tepat waktu, sehingga mencegah keterlambatan produksi akibat kekurangan stok atau penjadwalan yang kurang efektif. Dengan sistem ini, proses produksi berjalan lebih lancar dan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan.
2. Mengurangi biaya inventaris
MRP membantu mengelola inventaris dengan efektif, mengurangi kelebihan stok dan biaya penyimpanan, serta mencegah kekurangan bahan baku yang bisa menyebabkan pengadaan darurat atau penundaan produksi.
3. Memperbaiki akurasi perencanaan
MRP system software meningkatkan akurasi perencanaan produksi dengan mempertimbangkan permintaan pasar, ketersediaan bahan baku, dan kapasitas produksi, sehingga menghindari kesalahan dan memastikan produksi sesuai rencana.
4. Menggunakan AI (kecerdasan buatan) untuk memperkirakan permintaan
Sistem MRP kini mengintegrasikan AI untuk menganalisis data historis, tren pasar, dan faktor eksternal guna memprediksi permintaan produk lebih akurat, membantu perencanaan produksi dan pengadaan bahan baku lebih efektif.
5. Integrasi dengan sistem lain
MRP dapat terintegrasi dengan sistem seperti ERP dan CRM, memungkinkan aliran data lancar antar departemen seperti keuangan, penjualan, dan produksi. Hal ini membantu perusahaan mengelola operasi bisnis secara lebih terpadu dan efisien.
Bagaimana Cara kerja Software MRP?
Terdapat beberapa tahapan dan langkah yang dilakukan oleh sistem MRP untuk mengoptimalkan proses produksi dari awal hingga akhir. Berikut adalah cara kerja MRP software:
1. Manajemen inventaris
Proses dimulai dengan pengumpulan data otomatis oleh sistem MRP yang melibatkan pendefinisian struktur produk dan kebutuhan bahan, serta menyediakan informasi stok, pesanan, pesanan pembelian yang sedang di proses dan komponen gudang.
Data tersebut, seperti tingkat stok, pesanan pembelian yang sedang berjalan, dan komponen yang tersedia di gudang, akan digunakan sebagai acuan untuk menentukan pembelian bahan baku atau merencanakan produksi selanjutnya. Software manufaktur terbaik ini memanfaatkan data tersebut untuk memastikan proses produksi berjalan efisien dan sesuai rencana.
2. Analisis kebutuhan material
Perangkat lunak MRP dilakukan secara otomatis oleh perangkat lunak MRP menggunakan data stok yang tersedia. Sistem ini menghitung jumlah bahan yang dibutuhkan untuk memenuhi rencana produksi, memastikan ketersediaan bahan yang cukup, dan menghindari pemborosan.
MRP system software memiliki peran penting dalam menentukan bahan tambahan yang diperlukan dalam proses produksi. Software perencanaan kebutuhan material juga mengatur waktu pemesanan atau produksi bahan, memastikan bahan-bahan tersebut tiba tepat waktu tanpa menyebabkan pemborosan.
3. Perencanaan dan penyusunan jadwal produksi
Menyusun jadwal produksi secara sistematis dan efektif. Perangkat lunak perencanaan kebutuhan material akan menentukan urutan produksi berdasarkan tingkat kepentingan dan waktu yang tersedia, sehingga operasional manufaktur dapat berlangsung tanpa hambatan.
Sistem ini mempertimbangkan ketersediaan bahan baku, kapasitas mesin, dan tenaga kerja untuk menyusun jadwal produksi yang efisien, sehingga waktu produksi optimal dan hasil maksimal.
4. Monitoring dan kontrol
Salah satu keunggulan utama sistem MRP adalah kemampuannya dalam melakukan monitoring dan kontrol secara real-time terhadap seluruh aspek produksi. Sistem secara kontinyu memantau progress produksi, mengawasi penggunaan material, dan mengevaluasi kinerja seluruh elemen produksi.
Monitoring yang komprehensif ini memungkinkan perusahaan untuk segera mengidentifikasi dan mengatasi berbagai kendala atau masalah yang mungkin muncul selama proses produksi berlangsung.
5. Peninjauan dan pengendalian kinerja
Tahap terakhir dalam proses kerja MRP adalah melakukan analisis kinerja serta pengendalian operasional. Perusahaan akan mengevaluasi laporan yang dihasilkan oleh sistem untuk memastikan bahwa jadwal produksi telah dijalankan sesuai rencana, stok bahan baku mencukupi, dan seluruh proses berjalan dengan optimal.
Data ini membantu perusahaan meningkatkan produktivitas, mengurangi pemborosan, dan beradaptasi dengan perubahan pasar.
Tips Memilih Material Requirement Planning (MRP) Software
Memilih MRP software yang tepat penting untuk mengoptimalkan produksi dan inventaris. Anda perlu mempertimbangkan beberapa faktor kunci agar sistem yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan bisnis. Berikut adalah beberapa tips untuk memilih MRP software yang tepat:
1. Pahami kebutuhan bisnis Anda
Sebelum memilih MRP software, identifikasi kebutuhan spesifik bisnis Anda. Apakah Anda memerlukan sistem yang fokus pada perencanaan material, manajemen inventaris, atau integrasi dengan sistem lain seperti ERP.
Selain itu, pertimbangkan juga apakah Anda membutuhkan fitur yang mencakup MRP vs MPS. MRP (Material Requirements Planning) berfokus pada perencanaan kebutuhan bahan baku, sedangkan MPS (Master Production Schedule) lebih berfokus pada penjadwalan produksi produk akhir.
Jika bisnis Anda memerlukan keduanya, pastikan software yang dipilih mampu mengintegrasikan MRP dan MPS secara harmonis. Integrasi ini akan memastikan bahwa perencanaan bahan baku sejalan dengan jadwal produksi, sehingga proses produksi dapat berjalan lancar tanpa hambatan.
2. Perhatikan fitur yang ditawarkan
Sebelum memilih software MRP, penting untuk memastikan bahwa sistem yang digunakan mampu mendukung kebutuhan operasional bisnis secara optimal. Perhatikan fitur yang ditawarkan agar software MRP yang Anda pilih dapat meningkatkan efisiensi produksi dan pengelolaan inventaris.
Pastikan MRP software yang Anda pilih memiliki fitur-fitur penting seperti:
- Perencanaan material: Kemampuan untuk menghitung kebutuhan bahan baku berdasarkan permintaan dan jadwal produksi.
- Manajemen inventaris: Fitur untuk melacak stok bahan baku dan produk jadi secara real-time.
- Integrasi dengan sistem lain: Kemampuan untuk terhubung dengan sistem ERP, CRM, atau software akuntansi.
- Pelaporan dan analitik: Fitur untuk menghasilkan laporan dan analisis data yang membantu pengambilan keputusan.
3. Evaluasi kemudahan penggunaan
Pastikan software memiliki antarmuka yang intuitif dan mudah dipahami oleh pengguna. Selain itu, pertimbangkan juga ketersediaan dukungan pelatihan dari vendor. Dukungan pelatihan yang baik akan membantu tim Anda untuk lebih cepat menguasai sistem dan memanfaatkannya secara optimal.
Salah satu cara untuk mengetahui kemudahan penggunaannya adalah dengan adalah dengan mencoba demo gratis sekarang dan konsultasikan dengan para ahli kami untuk mengetahui bagaimana sistem ini dapat mengoptimalkan proses produksi dan perencanaan bisnis Anda.
4. Perhatikan skalabilitas
Skalabilitas adalah faktor penting karena kebutuhan bisnis dapat berubah seiring waktu. Misalnya, jika bisnis Anda mengalami peningkatan volume produksi atau perlu menangani rantai pasokan yang lebih kompleks.
Software harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut dan pastikan software menawarkan fleksibilitas untuk menambahkan fitur atau modul baru sesuai kebutuhan bisnis yang berkembang.
5. Cek integrasi dengan sistem yang sudah ada
Integrasi dengan sistem yang sudah digunakan oleh bisnis Anda adalah faktor penting lainnya. Pastikan MRP software dapat terhubung dengan sistem software akuntansi ERP dan CRM yang sudah ada.
Integrasi yang baik akan memastikan aliran data yang lancar antar-departemen dan menghindari duplikasi pekerjaan. Misalnya, data dari MPS (Master Production Schedule) dapat langsung digunakan oleh MRP untuk menghitung kebutuhan bahan baku, tanpa perlu input manual.
6. Tinjau ulasan dan reputasi vendor
Sebelum memutuskan, lakukan riset tentang vendor software MRP. Baca ulasan dari perusahaan lain yang telah menggunakan software tersebut untuk mendapatkan gambaran tentang kelebihan dan kekurangannya.
Selain itu, pastikan vendor memiliki reputasi yang baik dan pengalaman di industri manufaktur. Vendor yang berpengalaman cenderung lebih memahami kebutuhan bisnis Anda dan dapat memberikan solusi yang lebih tepat.
10 MRP Software Terbaik untuk Bisnis di Tahun 2025
Berikut 10 rekomendasi software MRP terbaik di Indonesia yang telah kami pilih berdasarkan fungsional dan keunggulannya untuk Anda :
1. HashMicro MRP Software
HashMicro MRP Software menjadi rekomendasi pertama karena ini merupakan solusi terbaik untuk bisnis yang ingin mengoptimalkan proses produksi dan manajemen inventaris. Dengan fitur-fitur canggih seperti perencanaan bahan baku otomatis, pelacakan inventaris real-time, dan integrasi dengan sistem ERP dan MRP.
HashMicro memiliki keunggulan dalam mengintegrasikan sistem keuangan, manajemen inventaris, dan pengelolaan aset, termasuk Overall Equipment Effectiveness (OEE). Integrasi ini berperan penting dalam mencegah downtime serta memastikan setiap aset beroperasi dengan efisiensi maksimal.
Jika bisnis Anda mengalami kendala dalam produksi, HashMicro menawarkan solusi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri. Sebagai vendor terkemuka dalam software manufaktur, HashMicro menyediakan demo gratis, serta konsultasi bersama tim ahli guna menemukan solusi terbaik bagi operasional bisnis Anda.
Berikut ini HashMicro MRP Software menawarkan beberapa fitur unggulan, di antaranya:
- Kiosk Mode: Memungkinkan pemantauan kesiapan mesin serta pencatatan kehadiran karyawan secara otomatis selama produksi, meningkatkan transparansi dan efisiensi operasional.
- Manufacturing Production Scheduling: Menyusun jadwal produksi berdasarkan analisis permintaan pasar dan data historis, memastikan kapasitas produksi tetap optimal.
- Secret Recipe/BoM (Bill of Materials): Mengelola formulasi bahan baku dengan keamanan tinggi, memungkinkan standarisasi produksi serta pengendalian kualitas yang lebih baik.
- Made to Order Completion Forecast: Memproyeksikan jadwal penyelesaian pesanan khusus, meningkatkan akurasi produksi dan kepuasan pelanggan.
- Conveyor Belt Sensor IoT Integration: Mengintegrasikan sensor IoT pada conveyor belt untuk pemantauan otomatis, meningkatkan throughput dan mengurangi potensi downtime.
- Manufacturing Quality Control: Menyediakan sistem kontrol kualitas menyeluruh untuk memastikan setiap produk yang dihasilkan memenuhi standar produksi yang telah ditetapkan.
- Finished Goods Production Simulation: Memungkinkan simulasi produksi barang jadi sebelum proses aktual dilakukan, membantu dalam pengujian dan pengoptimalan produksi.
- Production Report Tracking: Memantau laporan produksi harian, bulanan, dan tahunan secara real-time, memberikan data akurat untuk pengambilan keputusan strategis.
Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Solusi perangkat lunak yang tepat juga dapat menawarkan paket harga yang fleksibel, memastikan bahwa bisnis dari berbagai skala dapat memanfaatkan fitur-fitur canggih. Klik banner di bawah ini untuk mengeksplorasi skema harga dan temukan sistem mrp yang ideal bagi bisnis Anda
2. MRPeasy System
MRPeasy adalah solusi MRP berbasis cloud yang dirancang khusus untuk bisnis kecil dan menengah. MRPeasy dirancang untuk mendukung pertumbuhan bisnis dengan meningkatkan visibilitas dan kontrol terhadap seluruh proses manufaktur.
Software ini menawarkan fitur seperti perencanaan produksi, manajemen inventaris, dan pelacakan pesanan. MRPeasy juga memungkinkan integrasi dengan sistem akuntansi dan CRM, sehingga bisnis dapat mengelola seluruh operasi mereka secara terpadu.
Kelebihan | Kekurangan |
|
|
3. SAP
SAP adalah software MRP yang dirancang untuk membantu bisnis mengelola produksi dan inventaris dengan lebih efisien. SAP dirancang untuk beradaptasi dengan berbagai skala bisnis, memastikan manajemen produksi yang lebih akurat dan terintegrasi.
Fitur unggulannya termasuk perencanaan bahan baku, penjadwalan produksi, dan pelaporan real-time. SAP juga menawarkan solusi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda.
Kelebihan | Kekurangan |
|
|
4. EQUIP
EQUIP adalah software MRP berbasis cloud yang menawarkan solusi perencanaan material dan produksi dengan fleksibilitas tinggi. Dilengkapi dengan fitur analitik canggih, EQUIP membantu bisnis manufaktur dalam membuat keputusan berdasarkan data yang akurat.
EQUIP memungkinkan akses real-time ke informasi produksi kapan saja dan di mana saja. Otomasi yang ditawarkan membantu mengurangi kesalahan manusia, meningkatkan efisiensi operasional, dan mempercepat proses produksi.
Kelebihan | Kekurangan |
|
|
5. Flowlens MRP System
Flowlens merupakan sistem MRP yang dirancang khusus untuk perusahaan manufaktur kecil dan menengah. Dengan alat yang memungkinkan pemantauan stok secara real-time dan otomatisasi proses produksi, Flowlens dapat membantu perusahaan mengelola persediaan dengan lebih efektif.
Flowlens menawarkan fitur manajemen inventaris, pemantauan produksi, dan pelacakan pesanan dalam satu platform terintegrasi. Dengan otomatisasi proses bisnis, solusi ini membantu mengurangi kesalahan manual dan meningkatkan efisiensi operasional.
Kelebihan | Kekurangan |
|
|
6. Oracle NetSuite
Oracle NetSuite adalah solusi ERP yang mencakup modul MRP untuk membantu bisnis mengelola produksi, inventaris, dan rantai pasok. Oracle NetSuite dirancang untuk meningkatkan visibilitas dan koordinasi antar departemen, memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih tepat.
Dengan fitur seperti perencanaan kebutuhan bahan baku, manajemen pesanan, dan analisis kinerja produksi, Oracle NetSuite cocok untuk bisnis besar yang membutuhkan solusi komprehensif.
Kelebihan | Kekurangan |
|
|
7. Syspro Sistem MRP
Syspro adalah software MRP yang populer di kalangan bisnis manufaktur. untuk meningkatkan efisiensi operasional. Solusi ini dirancang untuk membantu perusahaan dalam merencanakan dan mengelola proses produksi secara lebih terstruktur.
Dengan fitur seperti perencanaan produksi, manajemen inventaris, dan analisis kinerja, Syspro membantu bisnis mengoptimalkan operasional mereka. Syspro juga menawarkan solusi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri tertentu.
Kelebihan | Kekurangan |
|
|
8. Koneksi
Koneksi adalah software MRP yang dirancang untuk membantu bisnis manufaktur dalam mengelola perencanaan material, produksi, dan inventaris secara efisien. software ini membantu bisnis dalam mengoptimalkan proses produksi dan alokasi sumber daya.
Fleksibilitasnya memungkinkan berbagai jenis perusahaan manufaktur untuk menyesuaikan sistem sesuai kebutuhan operasional. Dengan fitur seperti penjadwalan produksi otomatis, analisis kebutuhan bahan baku, dan integrasi dengan sistem ERP, Koneksi memastikan proses produksi berjalan lancar dan tepat waktu.
Kelebihan | Kekurangan |
|
|
9. Microsoft Dynamics 365
Microsoft Dynamics 365 adalah solusi ERP yang mencakup modul MRP untuk membantu bisnis mengelola produksi dan inventaris. Integrasinya dengan layanan Microsoft lainnya memungkinkan perusahaan meningkatkan produktivitas dan pengambilan keputusan berbasis data.
Fitur-fiturnya meliputi perencanaan kebutuhan bahan baku, penjadwalan produksi, dan analisis kinerja. Microsoft Dynamics 365 juga menawarkan integrasi dengan produk Microsoft lainnya, seperti Office 365 dan Power BI.
Kelebihan | Kekurangan |
|
|
10. Epicor ERP
Epicor ERP adalah solusi ERP yang mencakup modul MRP untuk membantu bisnis mengelola produksi dan inventaris. Selain itu, Solusi ini membantu perusahaan meningkatkan efisiensi produksi dan rantai pasok melalui manajemen yang lebih terstruktur.
Fitur-fiturnya meliputi perencanaan kebutuhan bahan baku, penjadwalan produksi, dan analisis kinerja. Epicor ERP cocok untuk bisnis besar yang membutuhkan solusi terintegrasi.
Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Kesimpulan
Penerapan software MRP menjadi kunci penting bagi perusahaan manufaktur dalam meningkatkan efisiensi, akurasi, serta pengelolaan perencanaan dan proses produksi secara optimal. Dengan sistem ini, perusahaan dapat merencanakan kebutuhan bahan baku dengan lebih mudah.
Untuk meraih keunggulan tersebut, perusahaan Anda dapat mengandalkan HashMicro MRP Software yang menawarkan integrasi dan otomatisasi canggih sebagai solusi terbaik. HashMicro mampu memberikan efisiensi menyeluruh yang mendukung peningkatan kinerja operasional bisnis Anda.
Jadwalkan demo gratis dan konsultasikan kebutuhan bisnis Anda bersama tim profesional HashMicro untuk mendapatkan solusi modul serta fitur terbaik yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik perusahaan Anda.
Pertanyaan Seputar MRP Software
-
Apa perbedaan mrp dan erp?
MRP (Material Requirements Planning) dan ERP (Enterprise Resource Planning) memiliki perbedaan utama dalam cakupan dan fungsinya. MRP berfokus pada perencanaan kebutuhan material dalam produksi, sedangkan ERP mencakup sistem yang lebih luas, mengintegrasikan berbagai aspek bisnis seperti keuangan, sumber daya manusia, dan rantai pasok, termasuk modul MRP di dalamnya.
-
Apa saja 5 metode MRP?
Lima metode MRP adalah Lot for Lot (pesan sesuai kebutuhan), EOQ (jumlah optimal berdasarkan biaya), Fixed Period Requirement (pesanan dalam periode tetap), LUC (biaya per unit terendah), dan FOQ (jumlah tetap setiap pemesanan).
-
Apa perbedaan mrp 1 dan mrp 2?
MRP I hanya menangani perencanaan material, sementara MRP II lebih luas dengan perencanaan kapasitas, tenaga kerja, dan biaya produksi.